MASIGNCLEANSIMPLE101

3 Orang Meninggal Tertimpa JPO Pasar Minggu

MITRAPOL.com - Hujan deras di sertai angin kencang yang turun pada Sabtu (24/09/2016), mengakibatkan robohnya Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) sekitar pukul 15.00 WIB. Jembatan penghubung antara Pasar Minggu dengan Stasiun Pasar Minggu tersebut berada di Jl. Raya Pasar Minggu Jakarta Selatan.
JPO Pasar Minggu yang menimpah mobil saat melintas, Sabtu (24/9). 


Dari pantauan mitrapol.com di lokasi kejadian terdapat 1 unit sepeda motor dengan nomor polisi B 3914 EGA dan 1 unit mobil APV dengan nomor polisi B 1187 PFC yang dikemudikan oleh Rosidin alamat tinggal di Jl. Bungur Besar 16/6 RT 003/01 Kemayoran Jakarta Pusat.

Robohnya JPO Pasar Minggu tersebut, di RS. Siaga yang berada di Jl. Siaga Raya Pasar Minggu memakan korban meninggal dunia sebanyak 3 orang, dan korban luka-luka sebanyak 2 orang.

Menurut keterangan Agus. H selaku Security RS. Siaga mengatakan bahwa korban yang meninggal dunia itu antara lain Aisyah Zahra (8) dan Abdiyu (5) keduanya adalah kakak beradik yang berdomisili di Kp. Pitara RT 02/013 Pancoran Mas Depok, dan neneknya Lilis (43) yang berdomisili di Sukmajaya Depok Kp. Pitara.

"Para korban yang meninggal dunia itu kebetulan bekas tetangga saya dulu, saya tahunya pas kakeknya dan tante dari kakak beradik tersebut datang ke rumah sakit," terang Agus.

Sementara dr. Isa An Nagib, Sp. OT. FICS selaku Direktur RS. Siaga, dalam press conferencenya di hadapan para awak media mengatakan, pasien luka yang kami terima ada 2 orang dengan luka ringan, semua korban luka sudah kami lakukan pemeriksaan rontgen, dan hasil akhir pemeriksaan, mereka sudah boleh di pulangkan. Mengenai korban yang meninggal dunia berjumlah 3 orang, yang mana setelah kami periksa, langsung kami bawa ke RS. Fatmawati untuk menjalani visum.

“Untuk semua biaya-biaya pengobatan rumah sakit untuk sementara kita tangani terlebih dahulu, dan nanti kita akan berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," terangnya.

Andriyansah selaku Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, ketika dimintai keterangannya di lokasi kejadian, mengatakan, struktur JPO yang di bangun pada tahun 2002 dan terakhir kali kita lakukan perawatan pada tahun 2013, kalau kita mengikuti ketentuan itu sebenarnya tidak akan terjadi apa- apa, maka dari itu nanti kita tunggu hasil investigasi lebih lanjut dari pihak kepolisian dan pihak-pihak terkait lainnya.

“Dugaan sementara robohnya JPO ini karena papan reklame yang di pasang di ralling, dan nanti kita juga akan berkomunikasi dengan Dinas Pajak yang menangani masalah pajak reklame ini," ungkapnya.

Mengenai kasus robohnya JPO Pasar Minggu, selanjutnya ditangani oleh pihak Kepolisian dari Polsek Pasar Minggu. tri wibowo
:
Unknown