MASIGNCLEANSIMPLE101

Terkait Anak, Penyandang Disabilitas dan Lanjut Usia Mensos RI Undang 10 Menteri ASEAN +3 Korea, Jepang dan China

MITRAPOL.com  - Bertempat di Hotel Borobudur Jakarta, pada tanggal 26-30 September 2016 telah dilaksanakan 5 pertemuan tingkat regional yang membahas pembangunan kesejahteraan sosial, khususnya mengenai isu Anak, Penyandang Disabilitas, dan Lansia. Pertemuan tersebut dihadiri oleh 10 Negara Anggota ASEAN dan 3 negara tambahan (Korea, Jepang, China).



5 Pertemuan tersebut adalah ; 1. 11th ASEAN GO and NGO Forum on Social Welfare and Development, 2. 12th ASEAN Senior Officials Meeting on Social Welfare and Development, 3. 11th ASEAN Senior Officials Meeting on Social Welfare and Development +3, 4. 9th ASEAN Ministrial Meeting on Social Welfare and Development, 5. 5th ASEAN Ministrial Meeting on Social Welfare and Development +3.

Negara-negara peserta pertemuan bersepakat antara lain untuk bersama-sama memajukan lingkungan yang inklusif, mengurangi kesenjangan dan melakukan pengarusutamaan pada isu disabilitas, lanjut usia dan anak dalam pembuatan kebijakan, serta menerapkan layanan yang berbasis kemanusiaan bagi kelompok rentan dan termarjinalkan.

Jepang mengajak semua negara ASEAN untuk bekerjasama dalam memperluas dukungan dan layanan bagi anak, wanita dan lansia melalui kerjasama-kerjasama yang dilakukan dibawah koordinasi kerja Japan International Cooperation Agency, khususnya dalam penguatan kerjasama bidang lansia dan kependudukan.

Korea berkomitmen akan terus bersama-sama negara ASEAN mewujudkan kondisi anak, lanjut usia dan penyandang disabilitas yang lebih baik.

China menggaris bawahi hasil pertemuan the 13th China-ASEAN Forum on Social Welfare and the China-ASEAN Expo di Naning, China pada Agustus 2016 yang dihadiri semua negara-negara ASEAN. Pertemuan tersebut merupakan pertemuan kemitraan dalam rangka memperkuat kerjasama : pemberdayaan organisasi non-pemerintah, pendidikan anak usia dini, rehabilitasi berbasis masyarakat dan kelansiaan, perlindungan sosial dan jaring pengaman sosial yang sejalan dengan Strategic Framework on Social Welfare and Development 2016-2020.

Para Mentri yang hadir bersepakat juga untuk menguatkan pembangunan kesejahteraan sosial menuju Visi Komunitas ASEAN 2025. Komunitas ASEAN harus dirasakan langsung oleh rakyat serta menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan dari kerjasama regional ASEAN.

Untuk itu para Menteri sosial ASEAN memperhatikan sungguh-sungguh Suara Anak berdasarkan Rekomendasi 4th ASEAN Children's Forum di Hanoi-Vietnam yang dibacakan langsung oleh 2 orang anak; membuat kebijakan dengan pendekatan inklusi dan menerima rekomendasi Forum GO-NGO Ke-11 tentang pentingnya peran organisasi masyarakat sipil yang dapat menjembatani antara Pemerintah dan Masyarakat dalam pemenuhan hak penyandang disabilitas serta merasa perlu mereformasi kebijakan dalam menanggapi perubahan akibat semakin bertambahnya usia harapan hidup sehingga jumlah lanjut usia akan terus bertambah dan sepakat untuk menindakalanjuti semua kesepakatan ditingkat ASEAN yang diantaranya terkait penanganan korban trafiking anak dan perempuan, membebaskan lingkungan sosial dari praktek kekerasan terhadap anak, menyiapkan pendidikan anak-anak secara holistik menuju masyarakat yang lebih produktif.

Dalam pertemuan tersebut juga disepakati bahwa para Menteri ASEAN akan bertemu kembali untuk mengevaluasi implementasi dari semua yang telah disepakati pada Tahun 2019 di Lao PDR.

Menteri Sosial se-ASEAN menyatakan bahwa peran pekerja sosial sangat penting dalam pemenuhan hak-hak dasar perlindungan sosial terhadap isu anak, lansia dan penyandang disabilitas. Oleh karena itu, kapasitas pekerja sosial harus ditingkatkan.

Dalam pertemuan tersebut hadir Menteri Sosial dan Rehabilitasi Pemuda dan Veteran Kamboja Sauth Vong, Menteri Perempuan, Keluarga dan Pengembangan Komunitas Malaysia Dato’ Sri Rohani Abdul Karim, Menteri Kesejahteraan Sosial Myanmar Win Myat Aye, Menteri Budaya, Pemuda dan Olah Raga Brunei Darussalam Dato Paduka Seri Haji Awang Halbi bin Haji Muhammad Yussof, Menteri Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Sosial Laos Dr. Khampheng Saysompheng, Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Penyandang Disabilitas, dan Sosial Vietnam Doan Mau Diep.

Selain itu juga hadir Perwakilan Menteri Pembangunan Sosial dan Jaminan Sosial Thailand Pol. Gen Suwat Chanitthikul, Sekretariat Parlemen Kementerian Sosial dan Pembangunan Keluarga Singapura Muhammad Faishal bin Ibrahim Khan.

Terdapat tiga isu besar dalam pertemuan tingkat Menteri ASEAN tahun ini, yakni perlindungan sosial kepada anak, lansia, dan penyandang disabilitas.

Menurutnya, persoalan di tiap negara hampir serupa, namun penanganannya bisa berbeda-beda. Masing-masing negara punya pengalaman yang bisa memberikan pengayaan dan penguatan tentang bagaimana memberikan perlindungan kepada anak, lansia, dan penyandang disabilitas hari ini dan yang akan datang.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa juga bertukar pikiran dan gagasan guna mencari solusi atas berbagai persoalan kesejahteraan sosial. znd
:
Unknown