MITRAPOL.com - Hari berganti hari, tak terasa sudah berada di penghujung bulan Mei 2018 suasana Festival Pesona Meti Kei (FPMK) ke 3 Tahun 2018 dengan berbagai persiapan yang dilakukan Dinas Pariwisata Kabupaten Maluku Tenggara sebagai upaya menata kembali dengan berpedoman kepada hasil evaluasi pelaksanaan 2 tahun silam, hal ini dikatakan Kepala Dians Pariwisata Kabupaten Maluku Tenggara P.B. Roy Rahayaan, SH M.Si di ruang kerjanya Sabtu, 26 Mei 2018.
P.B. Roy Rahayan menjelaskan bahwa FPMK ke 3 Tahun 2018 akan diramu sedemikian rupa agar berbeda dengan 2 tahun sebelumnya karena dirinya akan melibatkan semua komunitas dan Sanggar Seni dan Budaya di Kabupaten Maluku Tenggara untuk terlibat langsung dalam penyelenggaraan ini.
“Dan semua kesan formal akan kita hindari sebagai contoh sambutan-sambutan karena semua yang datang itu berwisata,” jelas Rahayaan.
Rahayaan dalam perencanaannya menghendaki agar keterlibatan semua komunitas dan sanggar budaya seni itu penting teristimewa mengisi acara spontanitas dengan tarian khas seperti Sosoi Adat, Tarian Yerik, Ngel ngel, Baut Tenanit.
“Serta tarian khas setiap ohoi harus dipentaskan sehingga diharapkan Panitia yang akan terbentuk nanti akan membuka pendaftaran kepada setiap ohoi untuk mendaftar sebagai peserta pengisi acara dengan tarian, ngel ngel, baut tenanit dan atau tarian khas ohoinya,” paparnya.
Rahayaan juga akan lebih memperhatikan dan memfungsikan para Ibu yang ada di Objek wisata untuk dapat memberikan kontribusi pelayanan kepada para pengunjung baik wisatawan Manca Negara maupun domestik serta wisatawan lokal sehingga nilai pemberdayaan kepada masyarakat akan muncul kepada para Ibu ini.
Dirinya berharap agar setiap ohoi dan komunitas serta sanggar Budaya dan seni dapat berperan aktif dalam FPMK 3 2018 ini dengn berbagai atraksi kedaerahan tanpa modifikasi lokasi kegiatan akan ditentukan kemudian.
Sementara terkait dengan penganggaran dirinya menjelaskan bahwa sebagai OPD teknis di Pemerintah Daerah Maluku Tenggara tetap berprinsip bahwa ada dan tidaknya harus ada dan sedikit atau banyak harus pas sehingga pihaknya selaku Panitia Utama akan membuka pendaftaran kepada setiap ohoi untuk turut berpartisipasi dan berperan aktif dalam FPMK 3 tahun 2018.
“Sedangkan Ohoi yang terdapat Objek wisata seperti Ohoi Ngilngof/Pasir Panjang, Ohoililir, Ohoidertawun, Warbal, Madwaer Ohoidertutu, Revav, Elaar Lamagorang, Ohoi Ad mereka akan menyiapkan Tarian dan lain sebagainya dengan khasana Budaya Kei yang sesungguhnya dan bukan modefikasi sehingga kita mengajak para wisatawan untuk berkunjung ke lokasi wisata tersebut,” kata Rahayaan.
Di tempat terpisah Ayub Notanubun, memberi komentar bahwa dirinya sangat setujuh dengan Perencanaan yang disampaikan Kepala Dinas Pariwisata kabupaten Maluku Tenggara. “Asalkan semua tarian dan lain sebagainya harus asli tanpa modifikasi, baik tariannya maupun busananya yang mencerminkan khasana budaya Kei,” papar Notanubun.
Oyang Renyaan Tokoh Pemuda Ohoi Langgur turut mengapresiasi apa yang direncanakan pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Maluku Tenggara atas kesempatan melibatkan semua komunitas dan sanggar budaya seni yang ada.
“Agar jangan terkesan FPMK ini hanya milik Pemerintah karena sudah dua tahun berturut turut terlihat pihak birokrasi menjadi aktor pelaksana dan sebagai Tokoh Pemuda Langgur mangapresiasinya,” ucap Renyaan.
Akhirnya Rahayaan berharap kepada para pihak komunitas, Sanggar dan setiap ohoi yang akan mendaftar sebagai peserta FPMK 3 Tahun 2018 dapat berperan aktif dan bersama sama menciptakan suasana FPMK 3 menjadi milik bersama tanpa kecuali.
Reporter : nor safsafubun
![]() |
| P.B. Roy Rahayahaan, SH M.Si Kepala Dinas Pariwisata Maluku Tenggara |
P.B. Roy Rahayan menjelaskan bahwa FPMK ke 3 Tahun 2018 akan diramu sedemikian rupa agar berbeda dengan 2 tahun sebelumnya karena dirinya akan melibatkan semua komunitas dan Sanggar Seni dan Budaya di Kabupaten Maluku Tenggara untuk terlibat langsung dalam penyelenggaraan ini.
“Dan semua kesan formal akan kita hindari sebagai contoh sambutan-sambutan karena semua yang datang itu berwisata,” jelas Rahayaan.
Rahayaan dalam perencanaannya menghendaki agar keterlibatan semua komunitas dan sanggar budaya seni itu penting teristimewa mengisi acara spontanitas dengan tarian khas seperti Sosoi Adat, Tarian Yerik, Ngel ngel, Baut Tenanit.
“Serta tarian khas setiap ohoi harus dipentaskan sehingga diharapkan Panitia yang akan terbentuk nanti akan membuka pendaftaran kepada setiap ohoi untuk mendaftar sebagai peserta pengisi acara dengan tarian, ngel ngel, baut tenanit dan atau tarian khas ohoinya,” paparnya.
Rahayaan juga akan lebih memperhatikan dan memfungsikan para Ibu yang ada di Objek wisata untuk dapat memberikan kontribusi pelayanan kepada para pengunjung baik wisatawan Manca Negara maupun domestik serta wisatawan lokal sehingga nilai pemberdayaan kepada masyarakat akan muncul kepada para Ibu ini.
Saksikan Videonya Disini
Sementara terkait dengan penganggaran dirinya menjelaskan bahwa sebagai OPD teknis di Pemerintah Daerah Maluku Tenggara tetap berprinsip bahwa ada dan tidaknya harus ada dan sedikit atau banyak harus pas sehingga pihaknya selaku Panitia Utama akan membuka pendaftaran kepada setiap ohoi untuk turut berpartisipasi dan berperan aktif dalam FPMK 3 tahun 2018.
“Sedangkan Ohoi yang terdapat Objek wisata seperti Ohoi Ngilngof/Pasir Panjang, Ohoililir, Ohoidertawun, Warbal, Madwaer Ohoidertutu, Revav, Elaar Lamagorang, Ohoi Ad mereka akan menyiapkan Tarian dan lain sebagainya dengan khasana Budaya Kei yang sesungguhnya dan bukan modefikasi sehingga kita mengajak para wisatawan untuk berkunjung ke lokasi wisata tersebut,” kata Rahayaan.
Di tempat terpisah Ayub Notanubun, memberi komentar bahwa dirinya sangat setujuh dengan Perencanaan yang disampaikan Kepala Dinas Pariwisata kabupaten Maluku Tenggara. “Asalkan semua tarian dan lain sebagainya harus asli tanpa modifikasi, baik tariannya maupun busananya yang mencerminkan khasana budaya Kei,” papar Notanubun.
Oyang Renyaan Tokoh Pemuda Ohoi Langgur turut mengapresiasi apa yang direncanakan pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Maluku Tenggara atas kesempatan melibatkan semua komunitas dan sanggar budaya seni yang ada.
“Agar jangan terkesan FPMK ini hanya milik Pemerintah karena sudah dua tahun berturut turut terlihat pihak birokrasi menjadi aktor pelaksana dan sebagai Tokoh Pemuda Langgur mangapresiasinya,” ucap Renyaan.
Akhirnya Rahayaan berharap kepada para pihak komunitas, Sanggar dan setiap ohoi yang akan mendaftar sebagai peserta FPMK 3 Tahun 2018 dapat berperan aktif dan bersama sama menciptakan suasana FPMK 3 menjadi milik bersama tanpa kecuali.
Reporter : nor safsafubun
:

comment 0 komentar
more_vert