MASIGNCLEANSIMPLE101

Ketua LSM Laskar Banten Reformasi Semprot Pejabat BPN Lebak

MITRAPOL.com – Sudah menjadi hal yang diharuskan kepada para pejabat pemerintahan, bahwa dalam memberikan pelayanan publik atau menerima tamu, baik itu siapa, darimana dan ada keperluan apa?. Tentu harus diterima dengan pelayanan yang baik.

Kantor BPN Lebak.

Justru hal itu bertolak belakang dengan apa yang di rasakan Tisna Timor, Ketua LSM Laskar Banten Reformasi yang datang membawa niat cukup baik ke kantor BPN Lebak-Banten pada Selasa (5/6/2018) kemarin.

Dimana Tisna Timor yang berniat untuk membantu Suherman, Kepala Desa Paja Kecamatan Sajira dalam mencari keberadaan sertipikat tanah milik warganya.

Diketahui sudah bertahun-tahun sertifikat tanah yang berjumlah 13 buku itu tidak pernah ada titik terang pada segmentasi Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) tahun 2014-2015.

"Dari 200 lebih yang diajukan tahun 2014, yang masuk hanya 100 orang dan baru 87 buku yang turun pada tahun 2015. Sementara 13 buku belum ada bahkan tidak jelas keberadaannya," ungkap Suherman yang selama ini merasa memiliki beban moral terhadap 13 orang warganya.

Sementara pada saat itu, Selasa (5/6/2018) Tisna Timor, dengan membawa arsip dan surat resmi dari pihak Pemerintah Desa Paja menemui salah satu pejabat BPN Lebak. Setelah 1 jam lamanya menunggu, Tisna dipersilahkan masuk keruangan pejabat BPN. Namun entah kebiasaan cara seperti itu yang ditemui Tisna nampak acuh ditambah setelah dipaparkan tujuan kedatangan Tisna justru semakin tidak direspon sambil menanda tangani buku PTSL 2017 diatas mejanya.

"Suruh siapa kesini, saya tugas disini aja baru dua bulan," kata pejabat BPN itu bernada acuh.

Tisna yang tersinggung lalu spontan menggebrak meja sambil marah dan mencecar tanpa diberi kesempatan bicara.

"Jangan begitu cara bicara, bapak mau anggap saya ini orang bodoh yang bisa dilempar sana sini?. Sekarang juga saya minta anak buahnya dikumpulin saya mau tanyakan," tegas Tisna.

Setelah dimarahi atas sikapnya kepada Tisna, Oknum pejabat lantas meminta maaf.

Sementara Budi petugas pengukuran kala itu menerangkan bahwa 13 Buku tersebut sempat direvisi gara-gara (Over Line), tapi sudah selesai diperbaiki semua. Begitupula Hadi, di bagian pemberkasan juga menyatakan sesuai nomor Hak bahwa berkasnya sudah lengkap.

Hadi yang tidak bisa melemparkan lagi tanggung jawabnya, akhirnya menceritakan soal beberapa kronologis.

"Berkas itu tidak hilang tapi dibawa oleh pejabat terdahulu yang sekarang bertugas diluar pulau jawa," terangnya.

Mendengar penjelasan Hadi seperti itu semua yang berada diruangan sedikit mendapatkan titik terang.

"Ya sudah, kalau begitu kami minta waktu untuk segera kordinasi dengan kantor pusat agar segera memerintahkan 13 buku sertifikat tersebut di kirim ke Lebak," pungkas salah satu pejabat BPN Lebak.

Tisna yang tidak mudah percaya tetap akan melihat profesional kerja pihak BPN Lebak.

Tisna Timor, Ketua LSM Laskar Banten Reformasi
"Saya akan giring 13 orang warga Paja ke Polda Banten untuk melaporkan kasus ini dan kami dari Laskar Banten Reformasi (LBR) bakal menggelar aksi demo dengan beberapa tuntutan," tegasnya.

Reporter : cecep sobari
:
Unknown