MITRAPOL.com - Daerah Labuhan Banten merupakan suatu daerah Wisata pesisir pantai yang indah dengan hamparan ombak laut serta angin lautnya yang sepoy - sepoy seolah memberikan kesegaran bagi para pengunjungnya di Kecamatan Labuan Kabupaten Pandeglang Banten,"selasa (28/8/2018)
Waktu para awak Media melintas mau memenuhi undangan ke kawasan Ujung Kulon Banten Desa Ujung Kulon, banyak pemandangan yang sangat kontras di sepanjang perjalanan selain indahnya pantai dipesisir ada juga pemandangan lain.
Menurut keterangan Lucky wartawan suara Jakarta ketika lagi melintas di daerah Kabupaten Pandeglang yang sangat indah ini sumber daya wisatanya yang sangat mejanjikan, tidak hanya itu yang menarik tapi ada yang menarik lagi pemandangan indah dibalas dengan buruknya pemandangan para tunawisma alias orang tidak waras yang berkeluyuran didaerah tersebut,"jelasnya.
Masih yang sama,"ini patut diperhatikan oleh pemerintah setempat keberadaan dari para orang tunawisma alias orang tidak waras tersebut yang terlalu sangat banyak berkeluyuran yang mana mereka benar - benar patut harus dikasihani.
Tapi yang sangat membuat wartawan terharu adalah melihat perbuatan masyarakat setempat yang berusaha membantu memberi makanan orang - orang tunawisma yang tidak waras tersebut.
Contohnya Ade seorang tukang parkir jalanan di pasar Labuhan terlihat jelas oleh wartawan sedang memberikan makanan yang baru saja dibelinya dari ibu penjual nasi bungkus dan goreng - gorengan tempe tahu yang berjualan di kawasan pasar tersebut.
Padahal dia baru saja mendapat uang dari hasil keringat menjadi juru parkir di pasar tersebut, lalu dia langsung saja membeli makanan untuk diberikan kepada ke 2 orang tidak waras.
Sungguh suatu perbuatan yang mulia ditengah - tengah krisis ekonomi yang melanda negri ini yang membuat banyak rakyat harus mengencangkan ikat pinggangnya dan berhemat dalam pengeluaran, tapi kebudayaan saling memberi bagi yang tidak mampu masih terlihat tepat didepan mata wartawan yang sedang mengunjungi pasar Labuan tersebut ketika mau membeli perbekalan untuk ke ujung kulon sana.
Sangat ironis dan membuat hati miris melihat pemandangan banyaknya tunawisma tidak waras didaerah Labuan, walaupun miris rombongan wartawan juga mendapat pembelajaran yang paling berharga dari pemandangan ini.
Raut wajah Ade ketika memberikan makanan dengan iklas kepada sesama mahluk allah yang maha kuasa, ini benar - benar patut kita contoh ketika kita berbagi kepada sesama harus dengan iklas dan setulus hati jangan memberi tapi ketika ada kemauan,"imbuhnya.
Ucap Ade selaku juru parkir ketika di jumpai wartawan '"Kasihan pak orang itu kayanya belum makan dari kemarin, dan suka mengorek - ngorek tempat sampah untuk mencari makanan yang tersisa bekas orang, kalau kena makanan basi yang mengandung racun dari sampah orang itu bisa mati, jadi saya belikan saja pak daripada mati, ga tega juga melihatnya, dan sudah banyak yang mati juga disini, dikubur oleh warga, takut mayatnya bau busuk”jelasnya.
Selain Ade adayang unik lagi cerita orang -orang di sana seperti Anwar yang pernah melihat dengan mata sendiri kalau tunawisma tersebut ternyata adalah hasil kiriman dari kota daerah lain, karena mereka melihat sendiri waktu malam orang tidak waras tersebut diturunkan dari mobil truck engkel dengan cara didorong dan ditendang - tendang supaya turun dari truck diwilayah tersebut bahkan adayang sampai nangis Ketika mereka lagi dipaksa harus turun namun saya ketika mau menegur sopir dan kenek mobil truck tersebut sudah keburu jalan pergi.
Makin hari, makin banyak orang gila atau terganggu jiwanya yang berkeliaran di jalan. Tanggung jawab siapakah? Yang jelas, orang-orang gila menjadi tanggung jawab negara. Departemen Sosial (Depsos) menunjuk Departemen Kesehatan (Depkes) sebagai pihak yang bertanggung jawab.ini seharusnya menjadi tanggung jawab dan perhatian dari para pemuka dan pemangku pemerintahan dan para aparat setempat untuk mengungkap masalah banyaknya tunawisma dan orang tidak waras tersebut, yang sudah menjamur di wilayah kabupaten Pandeglang.
Karena kasus ini bukan semata - mata menjadi tanggung jawab rakyat setempat saja, tapi terlebih dahulu harusnya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat setempat.tutupnya.
Reporter : Muklis
Editor : M Shukur
:



comment 0 komentar
more_vert