MITRAPOL.com - Kini warga Kota Medan harus segara aktif guna mengawasi segala proyek pembangunan yang berdiri di Kota Medan, Bagaimana bila proyek yang berjalan di Murk Up dan di bangun asal jadi...?
Inilah yang terjadi di Dinas Balai wilayah Sungai Sumatera II. pasalnya proyek pemeliharaan Medan Flood sepanjang 10.000 Ha diduga di kerjakan asal jadi oleh CV.Ancla Corporation yang memakan anggaran sebesar Rp.900 juta. Jumat 01/9/18.
Bagaimana tidak, Dugaan sistem proyek yang di kenal potong atas ini kumungkinan menjadi penyebab utama para pemegang tender untuk meraup keuntungan yang berlipat ganda hingga proyek tersebut di bangun asal jadi.
Selain kesempatan membangun asal jadi, proyek pemerintah ini yang bersumber dari APBN tahun 2018 dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ini tidak sesuai dengan berstek dan diduga telah terjadi Murk Up.
Salah seorang pekerja yang tidak mau namanya di beritakan, menyesali prilaku - prilaku oknum Dinas BWSSU II yang kerjanya asal - asalan untuk melakukan pengawasan proyek pemeliharaan Medan Flood ini. Apalagi, pengerjaannya secara manual.
"Ini pengawasnya sudah bermain, logika pengerjaan pemeliharaan Medan Flood ini seluas 10.000 Ha di kerjakan secara manual." tutur Pekerja.
Menanggapi proyek Asal - asalan ini, Lembaga Hukum Sanskerta Kota Medan, Hasan Basri,SH menilai adanya dugaan korporasi antara pengawas dari Dinas BWSSU II dan pemborong untuk melancarkan permainan kotor ini. Ini termasuk kejahatan Korupsi bersama - sama, sehingga meminta keras pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas proyek ini.
"Ada dugaan korporasi antara Dinas dan pemborong untuk melancarkan proyek ini. Jadi kami meminta keras pihak kepolisian mengusut tuntas permainan curang ini" kata Hasan kepada Mitrapol com.
Reporter : Herman & Tim
Editor : M Shukur
:





comment 0 komentar
more_vert