MASIGNCLEANSIMPLE101

Eko Patrio : Agus dan Sylvi Berkampanye dengan Sistem Dua Arah

MITRAPOL.com - Meroketnya elekstabilitas pasangan Agus Harimurti dan Sylviana Murni dalam hasil 3 Lembaga Survey Independen yang baru di realis belum lama ini membuat Juru Bicara Agus-Sylvi, Eko Patrio mengapresiasi.

Eko Patrio

Menurut Komedian Trio Patrio hasil yang baru direalis oleh lembaga survey ini menjadi semangat para team pemenangan Bang Agus dan Mpok Sylvi dalam terus memperkenalkan Cagub Cawagub yang diusung oleh Partai Demokrat, PAN, PKB dan PPP yang sebelumnya selalu diremehkan
oleh banyak kalangan dan bahkan disebut sebagai 'kuda hitam'.

"Kami sangat apresiasi sekali hasil ini, namun kami tidak berbesar diri, justru ini menjadi motivasi kami bahwa pasangan Agus dan Mpok Sylvi ini adalah pasangan yang komplit dan saling melengkapi, ibaratnya kalau dulu seperti Film Catatan Si Boy, nah Agus dan Sylvi ini Cacatan Si Boy masa kini alias kekinian," tandas Eko Patrio saat dihubungain mitrapol.com melalui sambulan telepone selullernya, Kamis (6/10).

Saat ditanya soal mencuatnya nama Shofia Latjuba dalam Jubir Ahok-Djarot, Eko pun tak kalah memberikan jawaban, baginya di Tim Agus-Sylvi tidak hanya artis sebagai pemikat massa banyak artis yang lebih fenomenal dari Sofia Latjuba dan lebih berkualitas.
Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni 
"Jangan salah kami punya Desi Ratnasari, Ingrid Kansil, Anang Hermansyah, Primus, dan masih banyak lagi tidak hanya dengan nama besar kami lebih berkualitas, Teh Desi itu S3 loch kan artis kami memang paham dan berkecimpung di politik dan sudah terbiasa bersentuhan dan berdialog dengan masyarakat bukan hanya terkenal saja dan kami juga ada mantan Menteri, Aktivis dan tokoh lainnya yang siap memenangkan Bang Agus dan Mpok Sylvi," terang Eko Patrio.

Bagi kami, lanjut Politisi PAN ini Agus memakai sistem 2 arah dalam berkampanye, jadi tidak hanya hadir dan blusukan namun kami mendengar, berdialog dan bersentuhan langsung bersama masyarakat agar lebih mendengar kemauan dan keinginan masyarakat Jakarta.

"Beda.. kalau blusukan hanya hadir dan mendatangi warga, tapi kami lebih ke 2 arah kampanye selain hadir kami siap menjadi pendengar maayarakat dan menerima segala keluh kesah masyarat yang belum mendapat keadilan dan kepuasan atas pemimpin Jakarta, makanya slogan kami Jakarta untuk Rakyat, Pemimpin Milik Rakyat bukan Milik Konglomerat," imbuhnya mengakhiri perbincangan. znd
:
Unknown