MASIGNCLEANSIMPLE101

Kegiatan Tenun Karnaval ‘Halo Sultra’ Kabupaten Buton Utara Tampilkan Ikon Putri Wakawondu

MITRAPOL.com – Kabupaten Buton Utara menampilkan Putri Wakawondu pada iven Halo Sultra dengan menampilkan tenun karnaval di Hari Ulang Tahun Sulawesi Tenggara ke 54.

Putri Wakawondu saat melintas di pangung utama Halo Sultra.

Sultra Tenun Karnaval Halo Sultra diikuti 17 kabupaten/kota se Sulawesi Tenggara dan digelar di area pelataran tugu religi Sultra. Panggung utama Halo Sultra ditempatkan di MTQ Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (24/4).

Pantauan mitrapol.com pada iven tahun ini, kontingen Buton Utara mengutus 150 orang terdiri dari Kepala Dinas dan Staf Lingkup Pemda Butur. Kegiatan tersebut selaku penanggung jawab Ketua penggerak PKK Buton Utara Dra. Siti Rabiah Abu Hasan, dan pimpinan Kontingen Kadis Pariwisata Buton Utara Harlin Hari.

Pada iven Halo Sultra Kabupaten Buton Utara yang mengusung tema, "Putri Wakawondu" sebagai Kabupaten Organik, dalam artinya dimana Kabupaten Buton Utara merupakan kabupaten yang subur, tanah berbatu, dan berbukit.

Kondisi itu menjadikan Buton Utara sebagai daerah potensial untuk tanaman padi organik. Maksudnya padi organik itu yang sangat populer adalah beras Wakawondu, karena memiliki ciri khas berbau buahnya dan juga berwarna merah tahan terhadap kekeringan, dan hama penyakit. Oleh karena itu, pada iven ini Kabupaten Buton Utara tetap menonjolkan pembagunan daerah disektor pertanian dengan menampilkan ikon Putri yang bernama "Wakawondu" dengan menggunakan pakaian sentuhan tenun kasopa giu-giu, sebagai bentuk kearifan lokal budaya dan tradisi Kabupaten Buton Utara.

Putri Wakawondu adalah nama yang diangkat dari dua nama yang tak terpisahkan putri, artinya sosok perempuan yang bermartabat Kabupaten Buton Utara ini, yang sedang disanjung dalam iven Halo Sultra yang namanya "Wakawondu" adalah spesies padi.

Reporter : david waridin
:
Unknown