MITRAPOL.com - Ribuan warga Lebak Banten yang terdiri dari 28 kecamatan dari masing-masing kafilah atau rombangan pawai ta'aruf, kemarin Senin (20/11/2017) telah membanjiri alun-alun Kecamatan Sajira.
![]() |
Iti Octavia Jayabaya saat menerima cenderamata kolecer |
Bupati Lebak beserta jajaran Forkopimda terlihat semangat dalam menyambut satu persatu kafilah, atau para peserta pawai ta'aruf dari atas panggung kehormatan.
Pawai ta'aruf yang dimulai sejak pukul 09:00 Wib pagi, hingga sore hari berjalan lancar meski para peserta harus bertahan berjalan kaki dibawah teriknya matahari.
Pawai ta'aruf adalah merupakan tradisi menjelang pembukaan MTQ, dengan menampilkan beranekaragam seni dan budaya tradisional. Ta'aruf juga menjadi momentum untuk pemersatu warga masyarakat Kabupaten Lebak.
Peserta pawai ta'aruf dari salah satu kafilah, memberikan cenderamata secara simbolis dengan menyerahkan sebuah baling-baling kincir angin sepanjang 7 meter dari bawah panggung yang biasa disebut "kolecer" kepada Bupati dan Wakil Bupati Lebak.
Kolocer adalah sebuah permainan baling-baling tradisional yang dimainkan menggunakan kekuatan angin, kolecer biasa dimainkan saat pergantian cuaca musim hujan ke musim kemarau, manakala musim panen raya padi, yang biasanya disertai pula oleh musim angin kencang.
Permainan kolecer dapat dijumpai hanya didaerah pelosok Kabupaten Lebak khususnya di daerah bukit dan pegunungan.
Bupati Lebak berharap MTQ ke XXXVI menjadi salah satu kegiatan dalam mensyiarkan agama dalam tujuan membumikan Al-Quran dalam meningkatkan kwalitas pengetahuan kepada generasi tentang Al Quran.
MTQ juga diharapkan dapat memicu generasi untuk membaca, menghafal dan mengamalkan isi kandungan Al Quran sekaligus untuk mendukung kebijakan pemerintah Kabupaten Lebak melalui program maghrib mengaji.
Kecamatan Sajira selaku tuan rumah MTQ ke XXXVI tingkat Kabupaten Lebak, sangat mendukung program maghrib mengaji tersebut, sebagaimana tema yang diangkat oleh muspika sajira dalam pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) ke XXXVI. "Hayu urang ngaji diwanci magrib" (Mari kita mengaji diwaktu maghrib).
Reporter : CS
Editor : andrey
:
comment 0 komentar
more_vert